Madiun l Lintas Mataram.id -
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menghadiri Grand Opening Satuan Pelayanan Pemerintah Gizi (SPPG) Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (29/1/2025).
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Madiun tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional Makanan Bergizi Gratis.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0803/Madiun Mayor Inf Suwandi, kepala Dinas Kesehatan,Camat Saradan, Muspika Kecamatan Saradan, Kepala Desa Sidorejo, para guru, serta kepala sekolah penerima manfaat SPPG Sidorejo.
SPPG Sidorejo melayani penerima manfaat mencapai sekitar 3.563 orang terdiri dari siswa, guru, pendidik, dan tenaga kependidikan dan diproyeksikan meningkat hingga lebih dari 4.000 penerima manfaat apabila kelompok B3 telah terakomodasi.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengelola SPPG Sidorejo beserta yayasan mitra yang telah berperan aktif membantu pemerintah dalam menyukseskan program makanan bergizi gratis. Program ini bertujuan meningkatkan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Apa yang telah dilakukan SPPG Sidorejo ini merupakan amal kebaikan yang luar biasa, ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, secara ideal Kabupaten Madiun membutuhkan sekitar 50 SPPG. Saat ini telah tersedia 43 SPPG, dengan 32 di antaranya sudah beroperasi dan 31 telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ia menegaskan pentingnya pemenuhan standar kesehatan dan higienitas dalam setiap tahapan pengolahan makanan. Pelaksanaan harus sesuai SOP. Makanan yang disajikan kepada anak-anak harus benar-benar higienis, sehat, dan aman. Jangan sampai lalai, karena ini menyangkut masa depan generasi kita,tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Madiun menekankan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara SPPG, pemerintah daerah, Muspika, serta masyarakat penerima manfaat. Ke depan, program SPPG juga akan diintegrasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih guna mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Bayangkan jika setiap SPPG mengelola dana sekitar Rp750 juta per bulan. Jika ada 50 SPPG, hampir Rp30 miliar per bulan akan berputar di daerah. Ini dampak ekonomi yang luar biasa, jelasnya.
Bupati juga meminta agar pengawasan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas dapat diterima dengan terbuka oleh pengelola SPPG. Hal tersebut penting untuk memastikan SLHS tidak hanya sebatas dokumen, tetapi benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Di akhir sambutannya, Bupati Madiun berharap seluruh SPPG di Kabupaten Madiun dapat terus meningkatkan kualitas layanan. Saat ini, total penerima manfaat program makanan bergizi gratis di Kabupaten Madiun mencapai 104.589 orang, dengan sekitar 85 persen di antaranya merupakan siswa. Jika program ini dijalankan dengan ikhlas, disiplin, dan sesuai aturan, insyaallah manfaatnya akan dirasakan tidak hanya oleh anak-anak, tetapi juga oleh perekonomian desa dan daerah,pungkasnya.
Di akhir acara, Bupati Madiun beserta para undangan berkenan memberangkatkan secara simbolis mobil operasional SPPG Sidorejo sebagai tanda dimulainya pengiriman makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
Kepala SPPG Desa Sidorejo Auzan Hilmi menyampaikan
untuk menyiasati agar menu tetap fress dan Heigenis masakan dipersiapkan pengolahan secara bertahap dan untuk tetap menjaga kualitas rasa makanan sebelum ditutup atau di packing didinginkan terlebih dahulu ,
untuk saat ini yang sudah tercover sekolah 3 Desa yaitu desa sidorejo,Bongso potro dan sugihwaras di kecamatan Saradan. harapannya Semoga tidak ada kejadian yang membahayakan , lancar kedepannya dan juga untuk penerima manfaat diberikan kesehatan ,tambah terpenuhi gizi nya.
(Anggodo) Madiun hadiri grand opening satuan pelayanan pemerintah gizi(SPPG)
Madiun l Lintas Mataram.id -
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menghadiri Grand Opening Satuan Pelayanan Pemerintah Gizi (SPPG) Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (29/1/2025).
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Madiun tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional Makanan Bergizi Gratis.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0803/Madiun Mayor Inf Suwandi, kepala Dinas Kesehatan,Camat Saradan, Muspika Kecamatan Saradan, Kepala Desa Sidorejo, para guru, serta kepala sekolah penerima manfaat SPPG Sidorejo.
SPPG Sidorejo melayani penerima manfaat mencapai sekitar 3.563 orang terdiri dari siswa, guru, pendidik, dan tenaga kependidikan dan diproyeksikan meningkat hingga lebih dari 4.000 penerima manfaat apabila kelompok B3 telah terakomodasi.
Dalam sambutannya, Bupati Madiun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengelola SPPG Sidorejo beserta yayasan mitra yang telah berperan aktif membantu pemerintah dalam menyukseskan program makanan bergizi gratis. Program ini bertujuan meningkatkan gizi peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Apa yang telah dilakukan SPPG Sidorejo ini merupakan amal kebaikan yang luar biasa, ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, secara ideal Kabupaten Madiun membutuhkan sekitar 50 SPPG. Saat ini telah tersedia 43 SPPG, dengan 32 di antaranya sudah beroperasi dan 31 telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ia menegaskan pentingnya pemenuhan standar kesehatan dan higienitas dalam setiap tahapan pengolahan makanan. Pelaksanaan harus sesuai SOP. Makanan yang disajikan kepada anak-anak harus benar-benar higienis, sehat, dan aman. Jangan sampai lalai, karena ini menyangkut masa depan generasi kita,tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Madiun menekankan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara SPPG, pemerintah daerah, Muspika, serta masyarakat penerima manfaat. Ke depan, program SPPG juga akan diintegrasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih guna mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Bayangkan jika setiap SPPG mengelola dana sekitar Rp750 juta per bulan. Jika ada 50 SPPG, hampir Rp30 miliar per bulan akan berputar di daerah. Ini dampak ekonomi yang luar biasa, jelasnya.
Bupati juga meminta agar pengawasan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas dapat diterima dengan terbuka oleh pengelola SPPG. Hal tersebut penting untuk memastikan SLHS tidak hanya sebatas dokumen, tetapi benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Di akhir sambutannya, Bupati Madiun berharap seluruh SPPG di Kabupaten Madiun dapat terus meningkatkan kualitas layanan. Saat ini, total penerima manfaat program makanan bergizi gratis di Kabupaten Madiun mencapai 104.589 orang, dengan sekitar 85 persen di antaranya merupakan siswa. Jika program ini dijalankan dengan ikhlas, disiplin, dan sesuai aturan, insyaallah manfaatnya akan dirasakan tidak hanya oleh anak-anak, tetapi juga oleh perekonomian desa dan daerah,pungkasnya.
Di akhir acara, Bupati Madiun beserta para undangan berkenan memberangkatkan secara simbolis mobil operasional SPPG Sidorejo sebagai tanda dimulainya pengiriman makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
Kepala SPPG Desa Sidorejo Auzan Hilmi menyampaikan
untuk menyiasati agar menu tetap fress dan Heigenis masakan dipersiapkan pengolahan secara bertahap dan untuk tetap menjaga kualitas rasa makanan sebelum ditutup atau di packing didinginkan terlebih dahulu ,
untuk saat ini yang sudah tercover sekolah 3 Desa yaitu desa sidorejo,Bongso potro dan sugihwaras di kecamatan Saradan. harapannya Semoga tidak ada kejadian yang membahayakan , lancar kedepannya dan juga untuk penerima manfaat diberikan kesehatan ,tambah terpenuhi gizi nya.
(Anggodo)
0Komentar